'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Semarak Milad Aisyiyah ke-105 Kudus
29 Juni 2019 17:08 WIB | dibaca 161

Ahad, 30 Juni 2019 Pimpinan Daerah Aisyiyah Kudus melaksanakan acara MILAD 'Aisyiyah ke-105 dengan tema "Aktualisasi Risalah Pencerahan Untuk Dakwah Melintas Batas" di Auditorium Universitas Muhammadiyah Kudus.
Kepanitiaan acara ini jatuh pada Pimpinan Cabang Aisyiyah Kota 1 yang diketuai oleh Bu Hj Ning Ikhtadyah. Ada hal yang baru di acara Milad ini karena pembicara acara ini termasuk Tokoh/Aktivis Perempuan Indonesia yaitu Prof. Dr. Chusnul Mar'iyah, Phd (Guru Besar Ilmu Politik UI) yang berkecimpung dalam dunia politik serta pernah menjabat Komisaris KPU di Indonesia.

Acara ini disemarakkan dengan Pra Acara dengan menampilkan Tari Kipas dari TK ABA 1, Tari Gajah dari TK ABA 2, Solo song dari SD Muhammadiyah 1, Paduan Suara dari MI Muhammadiyah 1 dan Dai Muda (Farah Nisrina Anshor) dari MA Muhammadiyah Kudus, juga menggelar stand Basar yang meriah dan Pengobatan Gratis dari Rumah Sakit Aisyiyah Kudus

Acara yang dimulai pukul 08.00 Wib ini berjalan lancar. Kepanitiaan dari PCA Kota 1 bahu membahu dalam membuat acara ini menjadi lancar. Acara ini juga disponsori oleh Universitas Muhammadiyah Kudus sehingga terlihat lebih elegan.

Laporan Ketua Panitia yaitu Bu Ning Ikhtadyah menyampaikan MILAD Aisyiyah ke-105 ini dihadiri sekitar 1500 warga Aisyiyah seKabupaten Kudus, 14 Stand Bazar yang menggali potensi kewirausahaan warga Aisyiyah serta Pengobatan gratis dari Rumah Sakit Aisyiyah Kudus.

Disambung Pidato Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kudus yaitu Bu Hj. Khosifah, S.Pd.I yang mengutarakan bahwa Milad Aisyiyah ke-105 akan memotivasi warga Aisyiyah se Kabupaten Kudus untuk berdakwah melintas batas melalui gerakan perempuan. Membina harkat kaum wanita menjadi tiang utama negara.

Di lanjut sambutan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kudus, Bpk Dr. H. Achmad Hilal Majdi,M.Pd yang menyampaikan bahwa Muhammadiyah dengan seiring jalan akan saling mendukung gerakan Aisyiyah yang memang berperan penting dalam membangun negara serta generasi bangsa.

Dilanjut sambutan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, Bpk Rizka Himawan yang menyampaikan bahwa Gerakan Aisyiyah di Kudus termasuk mengembangkan Universitas Muhammadiyah Kudus (UmKu) sehingga UmKu menjadi sponsor utama dalam Milad Aisyiyah Ke-105 Kabupaten Kudus sehingga warga Aisyiyah Kudus bisa mengenal bahwa di Kudus ada Universitas yang berkualitas dan mencetak sarjana sarjana yang berkualitas sehingga siap menghadapi tantangan di dunia kerja dengan membesarkan nama Muhammadiyah dan Aisyiyah. Untuk itu sekiranya ada saudara, putra putri, keponakan, cucunya yang ingin kuliah di Kudus maka Universitas Muhammadiyah Kudus ini bisa dijadikan pilihan pertama.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Bupati Kudus namun beliau berhalangan hadir maka diwakilkan Bpk Ali Rifai, SH,MH
(Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Kudus) yang memberi kata kata memotivasi yang mendukung gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kudus. Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus akan ikut andil dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah dan Aisyiyah ini sehingga membawa Kudus semakin baik

Tibalah acara inti, Prof Dr Chusnul Mar'iyah, Phd memberikan tausyiyahnya

Masuk pada abad kedua sejak kelahirannya, 'Aisyiyah telah melakukan aktualisasi gerak dakwah melintas batas. Dibuktikan dengan persebarannya yang telah sampai di luar negeri, hal tersebut juga membuktikan bahwa 'Aisyiyah menjadi organisasi perempuan Islam yang terbesar dan memiliki jaringan internasional.

Sekarang di Kudus baru Amal Usaha Aisyiyah TK Aisyiyah dan Rumah Sakit Aisyiyah, ke depannya muncul kan amal usaha yang memiliki khas dan keunikan sendiri.

"Bukan hanya karena kuantitas, 'Aisyiyah sebagai organisasi Perempuan Islam, tapi juga karena jaringan yang dipunyai telah tersebar di beberapa Negara," ungkapnya.

Selain jaringan, 'Aisyiyah besar juga karena melakukan aktualisasi gerakan dalam bentuk amaliah. Yang berwujud Amal Usaha dengan jumlah melimpah. Dinamika dakwah 'Aisyiyah melalui berbagai macam dan bentuk kegiatan dan Amal Usaha yang dikembangkan selama 105 tahun telah melintas batas. Kesemua itu berlandasan gerak diatas nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan gerakan Pencerahan.

Bukan hanya hadir dalam bentuk Amal Usaha, kehadiran 'Aisyiyah sejak sebelum kemerdekaan juga memiliki misi penting terkait pembagian sekat antar laki-laki dan perempuan. Penafsiran yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah kala itu memiliki visi dan misi progresif terkait isu-isu keperempuanan. Melalui kesadaran kritisnya, Ahmad Dahlan kemudian mengumpulkan perempuan-perempuan disekitar kampungnya utntuk belajar agama, sebagaimana laki-laki belajar.

"Sekat kurung terhadap perempuan sebenarnya sudah mulai dikikis hilang oleh KH. Ahmad Dahlan, melalui pembentukan kelompok perempuan yang sekarang ini dikenal sebagai 'Aisyiyah," terangnya.

Dalam persepektif Gender, keberadaan 'Aisyiyah bukan sama sekali mendegasikan peran laki-laki dalam kehidupan perempuan. Namun menjunjung nilai-nilai dasar antar keduanya, yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Hadirnya 'Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam ditengah-tengah persoalan yang merundung kehidupan bangsa dan umat, memberikan angin segar. Gerak pemberdayaan dan pembebasan digarap dengan telaten, serius dan berkesinambungan. Karena gerak dakwah yang dilakukan 'Aisyiyah merupakan bentuk ikhtiar dalam mebumikan gerakaan dakwah pencerahan, melalui jihad al-muwajjahah.

" 'Aisyiyah membantu menerjemahkan Islam sebagai agama yang mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang ada di kehidupan manusia," tambahnya.

Hal tersebut merujuk kepada risalah pencerahan yang dirumusakan oleh Muhammadiyah. Rumusan risalah tersebut juga memuat mengenai agama pencerahan dan mengusung ajaran wasathiyah. Dengan maksud sebagai jawaban atas problem kamusiaan, ini sebagai komitmen Muhammadiyah untuk mewujudkan Islam sebagai agama yang mencerahkan kehidupan.

Untuk itu tanamkan sifat kejujuran ke sekolah sekolah mulai usia dini yaitu PAUD, SD, SMA, dan Universitas agar Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa mencetak generasi jujur dan bertanggungjawab sehingga tak ada kecurangan dalam sekecil apapun dalam kehidupannya nanti.

Mempertimbangkan idelita dan relita dakwah tersebut, maka beliau menghimbau PDA Kab Kudus dalam Milad ke 105 H/102 M mengambil langkah strategis. Mengerakkan seluruh potensi institusi dan sumber daya insani. Baik pimpinan, anggota, kader 'Aisyiyah serta amal usaha 'Aisyiyah untuk mengambil peran aktif dalam usaha-usaha dakwah pencerahan sebagai aktualisasi Risalah Pencerahan untuk Dakwah 'Aisyiyah melintas batas.

Begitu semangatnya beliau mengutarakan tausiyahnya sehingga mendapatkan tepukan meriah dari seluruh warga Aisyiyah dan tamu undangan lainnya yang hadir di Milad ini.

Acara ditutup dengan doa penutup yang disampaikan oleh Bu Hj, Hindun, A.Md.

Segala usaha dalam suatu kegiatan pasti ada kelemahan dan kekurangannya. Karena kami Panitia Milad Aisyiyah ke-105 ini tak ada yang sempurna namun kerjasama, kekompakan dalam pelaksanaan ini membuahkan hasil yang manis sehingga membuat kami rukun dan tersenyum indah.

Shared Post: